loading...

Congratulation! Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan Sebagai Bapak Penyebaran Hoax Indonesia (BPHI)


Penerimaan penghargaan atas kinerja Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Fadli Zon dalam Penyebaran Hoax diseluruh Indonesia mendapat apresiasi dari semua kalangan. 

Sepak terjang Fadli Zon yang tidak mencerminkan kenegarawanan membuat sebagian orang mempertanyakan hasil yang dicapainya untuk bangsa ini bukan malah aktif membuat perpecahan bangsa. Inilah yang dituduhkan salah satu aktifis kepada Fadli Zon.

Ketua Progress 98 Faisal Assegaf mengatakan bahwa Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebagai orang yang selalu menyuarakan informasi yang belum tentu benar alias hoax, karena tidak sesuai dengan fakta. Bahkan ia menyebut kalau Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai orang yang dapat menggambarkan sesuatu yang hoax itu bisa mempengaruhi publik.

loading...

“Saya menemukan di sana ada arsitek-arsitek penyebab hoax, di antaranya yang disebut dengan dalang intelektual ya Fadli zon dan lain-lain. Itu arsitek (Hoax),” kata Faisal dalam sebuah diskusi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3) kemarin.

Seharusnya, menurut dia, sebagai politisi dari partai oposisi pemerintah, Fadli Zon bisa memberikan solusi terkait permasalahan bangsa, bukan membela para pelaku yang selalu menyebarkan informasi hoax.


“Kalau dianalisa ya, dimungkinkan menjadi bapak hoax. Kita tidak akan jernih melihat kekuasaan dalam kerangka koreksi untuk memberikan solusi. Bagaiamana memberi solusi, sementara Fadli Zon itu semangatnya membela para pelaku hoax,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menilai, di dalam sebuah arus oposisi atau yang biasa disebut partai oposisi itu, bahwa sejumlah politisinya mempunyai dua macam watak dari sisi sosial politik. Bahkan Faisal pernah menjadi arsitek di pihak oposisi dari segi sosiogi politiknya. Selain itu ada juga oposisi yang terbelah menjadi dua watak.

loading...

“Ada satu watak oposisi yang memang seperti Fadli Zon. Ini saya bicara fakta, bahwa yang menggunakan semua perbedaan di media masa itu memakai bahasa penyuaraan kebencian terhadap kekuasaan. Dan mereka ini, mengakumulasikan semua isu yang dihasilkan oleh hoaks, untuk menyerang kekuasaan,” ujarnya.

Dari informasi hoax itu, kata dia, dalam rangka memainkan isu sara dan informasi yang sifatnya ujaran kebencian terhadap pemerintah yang saat ini berkuasa.

Posting Komentar

0 Komentar